MUARA KUANG OGAN ILIR – Setelah sempat menyatakan enggan melepas jabatannya, Iwan Rosandi akhirnya resmi menanggalkan kursi Sekretaris Desa (Sekdes) Munggu. Keputusan ini diambil lantaran Iwan memilih untuk berfokus pada pengabdian barunya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di SMAN 02 Muara Kuang.
Kepada awak media, Iwan mengonfirmasi bahwa surat pengunduran dirinya telah diajukan sejak dua minggu yang lalu. Meski tak lagi menjabat di struktural desa, sosok yang dikenal religius ini menegaskan bahwa langkah tersebut tidak akan mengurangi kontribusinya bagi masyarakat Munggu.
Membangun Peradaban Lewat Jalur Pendidikan
Iwan Rosandi bukanlah sosok sembarangan. Ia merupakan alumni pondok pesantren yang telah menimba ilmu selama 12 tahun, mantan Ketua BEM IAIN Lampung, serta aktif di organisasi Pemuda Muhammadiyah. Latar belakang inilah yang membentuk prinsip “membangun peradaban” yang ia pegang teguh.
”Saya ditempa untuk membina masyarakat. Jadi, jika saya tetap aktif di berbagai kegiatan desa, itu bukan karena jabatan saya sebagai Sekdes, melainkan karena tanggung jawab moral saya sebagai bagian dari desa ini,” ungkap Iwan.
Dikenal sebagai Pebisnis Ulung dan Dermawan
Menariknya, Iwan tidak segan mengakui kemandirian finansialnya. Ia menyebut dirinya sebagai salah satu orang terkaya di Desa Munggu berkat kiprahnya sebagai pebisnis ulung. Hal inilah yang mendasari keputusannya untuk tidak bergantung pada gaji dari negara.
Selama Menjabat Sekdes: Seluruh gajinya diklaim selalu disumbangkan untuk kemakmuran masjid dan keperluan sosial lainnya.
Sebagai PPPK di SMAN 02 Muara Kuang: Iwan menegaskan tidak mengambil gajinya secara pribadi. “Silakan tanya Kepala Sekolah saya. Gaji saya digunakan untuk mendukung kegiatan OSIS, Rohis, dan ekstrakurikuler siswa,” tambahnya.
Langkah Iwan Rosandi ini memicu diskusi positif di tengah masyarakat, di mana pengabdian dipandang lebih besar daripada sekadar status jabatan formal.
Pewarta : Team / Redaxsi

