OGAN ILIR // buserindonesia.id // Penderitaan seolah tak berujung dirasakan oleh ribuan warga di Desa Kuang Dalam, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir. Memasuki awal tahun, tepatnya Sabtu (10/01/2026), kondisi jalan vital yang menjadi urat nadi perekonomian dan aktivitas warga masih terpantau rusak parah dan memprihatinkan.
Jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Kuang Dalam menuju Desa Kuang Lubuk Tunggal serta Desa Beringin Dalam. Kerusakan yang terjadi selama bertahun-tahun ini membuat mobilitas warga terhambat, mulai dari urusan pendidikan, kesehatan, hingga pengangkutan hasil bumi.
Gotong Royong di Tengah Pengabaian,Ironisnya, meski Desa Kuang Dalam dihuni oleh dua (2) kepala desa (Kuang Dalam Timur dan Kuang Dalam Barat), wilayah ini dinilai kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir. Selama ini, warga mengaku harus turun tangan sendiri melakukan gotong royong secara swadaya untuk menambal lubang-lubang jalan agar tetap bisa dilalui kendaraan.
”Kami sudah sangat menderita. Jalan ini akses satu-satunya, tapi kondisinya seperti kubangan saat hujan. Warga terpaksa gotong royong dengan alat seadanya karena kalau menunggu bantuan pemerintah, entah kapan datangnya,” keluh salah satu warga setempat.
Menagih Janji Kampanye
Masyarakat kini menagih janji politik yang pernah diutarakan saat masa kampanye pemilihan Bupati. Warga mengingatkan kembali komitmen Bupati Ogan Ilir, Bapak Panca Wijaya Akbar, yang saat itu berjanji akan memprioritaskan perbaikan jalan-jalan vital di pelosok kabupaten, termasuk di Desa Kuang Dalam.
Tuntutan warga kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir:
Tinjauan Langsung: Meminta Bupati Panca Wijaya Akbar dan jajaran dinas terkait untuk turun ke lapangan melihat langsung penderitaan warga.
Realisasi Perbaikan: Segera menganggarkan dan melaksanakan pengaspalan atau pengecoran jalan yang rusak permanen.
Keadilan Infrastruktur: Meminta pemerataan pembangunan agar desa-desa di Kecamatan Rambang Kuang tidak dianaktirikan.
Akses Pendidikan dan Kesehatan Terancam
Dampak dari rusaknya jalan ini sangat dirasakan oleh para pelajar dan warga yang membutuhkan layanan kesehatan darurat. Waktu tempuh yang seharusnya singkat menjadi berlipat ganda karena kendaraan harus ekstra hati-hati melintasi medan yang ekstrem.
Masyarakat Desa Kuang Dalam berharap di tahun 2026 ini, jeritan hati mereka didengar oleh pemerintah daerah. Mereka tidak butuh janji baru, melainkan bukti nyata berupa aspal yang mulus demi kelangsungan hidup sehari-hari.
Ramlan

